Kamis, 07 Juni 2012

Asuhan Keperawatan Trauma Mata


Trauma Mata


B. DEFINISI

Trauma tembus pada mata adalah suatu trauma dimana seluruh lapisan jaringan atau organ mengalami kerusakan.

C. ETIOLOGI

Trauma tembus disebabkan benda tajam atau benda asing masuk kedalam bola mata.

D. TANDA DAN GEJALA

1)Tajam penglihatan yang menurun
2)Tekanan bola mata rndah
3)Bilikmata dangkal
4)Bentuk dan letak pupil berubah
5)Terlihat adanya ruptur pada corneaatau sclera
6)Terdapat jaringan yang prolapsseperti caiaran mata iris,lensa,badan kaca atau retina
7)Kunjungtiva kemotis

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG

a.Pemeriksaan Radiologi
Pemeriksaan radiology pada trauma mata sangat membantu dalam menegakkan diagnosa, terutama bila ada benda asing .Pemeriksaan ultra sonographi untuk menentukan letaknya, dengan pemeriksaan ini dapat diketahui benda tersebut pada bilik mata depan, lensa, retina.

b.Pemeriksaan “Computed Tomography” (CT)
Suatu tomogram dengan menggunakan komputer dan dapat dibuat “scanning” dari organ tersebut.

F. PENATALAKSANAAN

Bila terlihat salah satu tanda diatas atau dicurigai adanya perforasi bola mata, maka secepatnya dilakukan pemberian antibiotik topical, mata ditutup, dan segera dikirim kepada dokter mata untuk dilakukan pembedahan. Sebaiknya dipastikan apakah ada benda asing yang masuk ke dalam mata dengan membuat foto. Pada pasien dengan luka tembus bola mata selamanya diberikan antibiotik sistemik atau intravena dan pasien dikuasakan untuk kegiatan pembdahan. Pasien juga diberi antitetanus provilaksis, dan kalau perlu penenang. Trauma tembus dapat terjadi akibat masuknya benda asing ke dalam bola mata. Benda asing didalam bola mata pada dasarnya perlu dikeluarkan dan segera dikirim ke dokter mata. Benda asing yang bersifat magnetic dapat dikeluarkan dengan mengunakan magnet raksasa. Benda yang tidak magnetic dikeluarkan dengan vitrektomi. Penyulit yang dapat timbul karena terdapatnya benda asing intraokular adalah indoftalmitis, panoftalmitis, ablasi retina, perdarahan intraokular dan ftisis bulbi.


G. PATOFISIOLOGI

Trauma tembus pada mata karena benda tajam maka dapat mengenai organ mata dari yang terdepan sampai yang terdalam. Trauma tembus bola mata bisa mengenai :

1)Palpebra
Mengenai sebagian atau seluruhnya jika mengenai levator apaneurosis dapat menyebabkan suatu ptosis yang permanen

2)Saluran Lakrimalis
Dapat merusak sistem pengaliran air mata dai pungtum lakrimalis sampai ke rongga hidung. Hal ini dapat menyeabkan kekurangan air mata.

3)Congjungtiva
Dapat merusak dan ruptur pembuluh darah menyebabkan perdarahan sub konjungtiva

4)Sklera
Bila ada luka tembus pada sklera dapat menyebabkan penurunan tekana bola mata dan kamera okuli jadi dangkal (obliteni), luka sklera yang lebar dapat disertai prolap jaringan bola mata, bola mata menjadi injury.

5)Kornea
Bila ada tembus kornea dapat mengganggu fungsi penglihatan karena fungsi kornea sebagai media refraksi. Bisa juga trauma tembus kornea menyebabkan iris prolaps, korpusvitreum dan korpus ciliaris prolaps, hal ini dapat menurunkan visus

6)Uvea
Ila luka dapat menyeabka pengaturan banyaknya cahay yang masuk sehinggan muncul fotofobia atau penglihatan kabur

7)Lensa
Ila ada trauma akan mengganggu daya fokus sinar pada retina sehingga menurunkan daya refraksi dan sefris sebagai penglihatan menurun karena daya akomodasi tisak adekuat.

8)Retina
Dapat menyebabkan perdarahan retina yang dapat menumpuk pada rongga badan kaca, hal ini dapat muncul fotopsia dan ada benda melayang dalam badan kaca bisa juga teri oblaina retina.

CEDERA MATA

DEFINISI
Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera.
Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat.
Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat.
Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
LUKA TUMPUL
Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan).
Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata hitam.
Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.
Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata.
Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata.
Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran.
Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam.
Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam.
Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan.
Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi.
Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut.
Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring.
Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya asetazolamid).
Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat.
Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING
Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan oleh benda asing.
Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak.
Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon.
Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata.
Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata.
Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan.
Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda tersebut bisa dibuang oleh dokter.
Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep antibiotik selama beberapa hari.
Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan plester.
Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR
Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar.
Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata.
Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata.
Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata.
Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air.
Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata).
Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.
PENANGULANGAN

Bila mata kemasukan benda kecil (pasir, debu, serpihan)
  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum memeriksa mata
  • Jangan menyentuh, menekan, apalagi membiarkan anak terus menggosok-gosok matanya
  • Jangan berusaha mengambil benda di mata kecuali dengan cara membilas karena risiko merusak jaringan mata terutama kornea.
  • Letakkan baskom di depan anak dan mintalah ia menekuk kepalanya sedemikian rupa agar mata yang terkena berada di sebelah bawah.
  • Dengan perlahan, tariklah kelopak mata bagian bawah dan minta si kecil membuka matanya selebar mungkin. Untuk bayi dan batita, mungkin membutuhkan bantuan orang lain.
  • Sedikit demi sedikit, alirkan air matang suam-suam kuku dari gelas ke mata yang terkena. Jika ada, cairan bisa diganti dengan cairan garam steril (Nacl) 0,9% Usahakan aliran tak terlalu deras atau tidak terlalu sedikit-sedikit.
  • Lakukan sekitar 15 menit, periksa setiap 5 menit untuk melihat apakah benda asing sudah dikeluarkan
  • Bila masih ada rasa tidak enak di mata meski sudah dibilas atau benda asing tak juga keluar, periksakan ke dokter. Apalagi bila merah di mata tidak hilang, mungkin terjadi sedikit kerusakan jaringan atau infeksi yang perlu diobati.
Bila mata kemasukan benda asing yang cukup besar
Bisa terjadi saat anak bermain pensil dan ujung pensil masuk ke mata, atau tak sengaja ia menjatuhkan gelas dan pecahannya terpental ke mata, atau pada kecelakaan.
  • Yang pertama, jangan panik
  • Bawa segera anak ke unit gawat darurat, kita tidak tahu sedalam apa benda itu masuk ke bola mata.
  • Selama membawa anak ke rumah sakit, tutuplah mata yang terkena. Bila bendanya kecil, gunakan tutup mata atau kasa steril. Jika benda besar, tutup mata yang terkena dengan cangkir kecil yang difiksasi. Tujuannya untuk mengurangi tekanan di mata.
  • Tenangkan dan buat ia senyaman mungkin sampai bantuan datang
Bila mata terkena zat kimia
Banyak zat kimia di sekitar rumah yang berbahaya bila terkena mata karena dapat bereaksi menyebabkan kerusakan mata. Apa yang harus dilakukan?
Yang paling utama adalah mencegah agar si kecil tidak bersentuhan dengan zat kimia tersebut.
Bila hal itu terjadi, segera alirkan air matang suam kuku ke mata yang terkena selama 15-30 menit. Bila anak tampak terus kesakitan atau penglihatannya mengabur, bawa ke unit gawat darurat.
Memar mata
Memar pada mata bisa saja terjadi saat anak bermain. Mungkin tak ada benda asing di matanya, tetapi lebam di sekitar mata atau bahkan di bola matanya bisa jadi membuat Anda khawatir. Bila Anda tidak yakin dengan kondisi matanya, periksakan ke dokter untuk memastikan tak ada hal yang serius.
Ini yang bisa dilakukan bila terjadi memar di sekitar mata
  • Kompres dingin: dilakukan setiap 5-10 menit, lalu diistirahatkan 5-10 menit berikutnya. Kompres dingin bisa dibuat dari es yang dibungkus handuk atau kaus kaki. Bila tidak ada es, gunakan kompres air dingin untuk sementara.
  • Kompres hangat: dilakukan 1-2 hari setelah kompres dingin. Kompres hangat juga dapat membantu
  • Berikan obat antinyeri seperti parasetamol. Hindari penggunaan ibuprofen atau aspirin karena ditakutkan akan menambah perdarahan.
  • Tinggikan posisi kepala dan buatlah ia tidur dengan mata yang sehat di bagian bawah
  • Jika mata bertambah merah, ada cairan keluar dari mata, rasa nyeri terus menerus, penglihatan berkurang, atau mengenai kedua mata membentuk kaca mata hitam, segera laporkan ke dokter. Juga bila Anda melihat ada perdarahan di bagian putih bola mata terutama di sekitar kornea.

Referensi:
Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 1998
Lehman S. Eye injuries. Mei 2004. Diunduh dari www.kidshealth.com







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar