Jumat, 08 Februari 2013

ASUHAN KEPERAWATAN CYSTITIS


ASUHAN KEPERAWATAN CYSTITIS


A.    Konsep Medik

1.      Pengertian
Cystitis adalah inflamasi kandung kemih yang paling sering disebabkan oleh infeksi asenden dari uretra. Penyebab lainnya mungkin aliran balik urine dari uretra kedalam kandung kemih. Kontaminasi fekal atau penggunaan kateter atau sistoskop.
Sistitis adalah infeksi kandung kemih yang menyebabkan rasa panas saat buang air kecil. Urin dalam kondisi normal, biasanya steril, tapi, Karena selama kehamilan, saluran kemih Ibu menjadi elastis dan melebar, sehingga bakteri mudah masuk.
Sistitis adalah infeksi pada kandung kemih.Infeksi kandung kemih umumnya terjadi pada wanita, terutama pada masa reproduktif. Beberapa wanita menderita infeksi kandung kemih secara berulang.
Sistitis adalah Inflamasi (peradangan) akut pada mukosa buli-buli (kandung kemih) yang sering disebabkan oleh infeksi bakteri.

2.      Anatomi Fisisologi


 









Dalam keadaan normal, manusia memiliki 2 ginjal. Setiap ginjal memiliki sebuah ureter, yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam kandung kemih.
Dari kandung kemih, air kemih mengalir melalui uretra, meninggalkan tubuh melalui penis (pria) dan vulva (wanita).
Fungsi ginjal adalah untuk:
- Menyaring limbah metabolik
- Menyaring kelebihan natrium dan air dari darah
- Membantu membuang limbah metabolik serta natrium dan air yang berlebihan dari tubuh
- Membantu mengatur tekanan darah
- Membantu mengatur pembentukan sel darah.
Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit penyaring (nefron).
Sebuah nefron merupakan suatu struktur yang menyerupai mangkuk dengan dinding yang berlubang (kapsula Bowman), yang mengandung seberkas pembuluh darah (glomerulus). Kapsula Bowman dan glomerulus membentuk korpuskulum renalis.
Darah yang masuk ke dalam glomerulus memiliki tekanan yang tinggi. Sebagian besar bagian darah yang berupa cairan disaring melalui lubang-lubang kecil pada dinding pembuluh darah di dalam glomerulus dan pada lapisan dalam kapsula Bowman; sehingga yang tersisa hanya sel-sel darah dan molekul-molekul yang besar (misalnya protein).
Cairan yang telah disaring (filtrat) masuk ke dalam rongga Bowman (daerah yang erletak diantara lapisan dalam dan lapisan luar kapsula Bowman) dan mengalir ke dalam tubulus kontortus proksimal (tabung/saluran di bagian hulu yang berasal dari kapsula Bowman); natrium, air, glukosa dan bahan lainnya yang ikut tersaring diserap kembali dan dikembalikan ke darah.
Ginjal juga menggunakan energi yang secara selektif menggerakkan molekul-molekul yang besar (termasuk obat-obatan, misalnya penicillin) ke dalam tubulus. Molekul tersebut dibuang ke dalam air kemih meskipun ukurannya cukup besar untuk dapat melewati lubang-lubang pada penyaring glomerulus.
Bagian berikutnya dari nefron adalah ansa Henle.
Ketika cairan melewati ansa Henle, natrium dan beberapa elektrolit lainnya dipompa keluar sehingga cairan yang tersisa menjadi semakin pekat.
Cairan yang pekat ini akan mengalir ke dalam tubulus kontortus distal. Di dalam tubulus distal, semakin banyak jumlah natrium yang dipompa keluar.
Cairan dari beberapa nefron mengalir ke dalam suatu saluran pengumpul (duktus kolektivus). Di dalam duktus kolektivus, cairan terus melewati ginjal sebagai cairan yang pekat, atau jika masih encer, maka air akan diserap dari air kemih dan dikembalikan ke dalam darah, sehingga air kemih menjadi lebih pekat.
Tubuh mengendalikan konsentrasi air kemih berdasarkan kebutuhannya terhadap air melalui hormon-hormon yang kerjanya mempengaruhi fungsi ginjal.
Air kemih yang terbentuk di ginjal mengalir ke bawah melalui ureter menuju ke kandung kemih; aliran tersebut bukan merupakan aliran yang pasif. Ureter adalah pipa/tabung berotot yang mendorong sejumlah air kemih dalam gerakan bergelombang (kontraksi).
Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter. Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.
Air kemih yang secara teratur mengalir dari ureter akan terkumpul di dalam kandung kemih.
Kandung kemih ini bisa mengembang, dimana ukurannya secara bertahap membesar untuk menampung jumlah air kemih yang semakin bertambah.
Jika kandung kemih telah penuh, maka akan dikirim sinyal saraf ke otak, yang menyampaikan pesan untuk berkemih.
Selama berkemih, sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka sehingga air kemih mengalir keluar. Secara bersamaan, dinding kandung kemih berkontraksi sehingga terjadi tekanan yang mendorong air kemih menuju ke uretra. Tekanan ini dapat diperbesar dengan cara mengencangkan otot-otot perut.
Sfinger pada pintu masuk kandung kemih tetap menutup rapat untuk mencegah aliran balik air kemih ke ureter.

3.      Etiologi
            Penyebab yang dapat menimbulkan cystitis :
·           Sangat mungkin sebabnya dari diri anda pribadi ,misalnya :anda sering kali menahan kencing / buang air kecil.
·           Buang air kecil tidak memperhatikan segi kesehatan ,sehingga air seni yang tersisa menjadi sumber infeksi. Itulah gunanya mengerikan dengan tissue.
·           Bagi Wanita ,arah membersihkan sehabis buang air BESAR (BAB) juga sering menjadi awal masalah.Pasalnya adalah bila arah anda membilas dari dubur kedepan ,maka kuman-kuman yang
• Pada umumnya disebabkan oleh basil gram negatif Escheriachia Coli yang dapat menyebabkan kira-kira 90% infeksi akut pada penderita tanpa kelainanurologis atau kalkuli.
• Batang gram negatif lainnya termasuk proteus, klebsiella, enterobakter, serratea, dan pseudomonas bertanggung jawab atas sebagian kecil infeksitanpa komplikasi.
• Organisme-organisme ini dapat dapat menjadi bertambah penting pada infeksi-infeksi rekuren dan infeksi-infeksi yang berhubungan langsung dengan manipulsi urologis, kalkuli atau obstruksi.
• Pada wanita biasanya karena bakteri-bakteri daerah vagina kearah uretra atau dari meatus terus naik kekandumg kemih dan mungkin pula karena renal infeksi tetapi yang tersering disebabkan karena infeksi E.coli.
• Pada pria biasanya sebagai akibat dari infeksi diginjal, prostat, atau oleh karena adanya urine sisa(misalnya karena hipertropi prostat, striktura uretra, neurogenik bladder) atau karena infeksi dari usus.

·         Perempuan cenderung lebih mudah infeksi karena uretra lebih pendek dari pria dan lebih dekat pada anus. Orang tua (khususnya dalam perawatan rumah) dan orang-orang dengan diabetes juga lebih mudah UTI. 

·         Pada anak laki-laki, mereka adalah yang paling sering sebelum ulang tahun pertama. Pada anak perempuan, UTI yang paling sering di sekitar usia 3 tahun pada saat pelatihan toilet. 

·         Cystitis pada anak-anak dapat terjadi oleh karena abnormal dalam urinary tract (saluran kencing ). Oleh karena itu, anak-anak dengan cystitis, khususnya di bawah usia 5, perlu tindak lanjut khusus untuk mencegah kerusakan ginjal nantinya. 

4.      Patofisiologi

Cystitis merupakan infeksi saluran kemih bagian bawah yang secara umum disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu Escheriachia Coli peradangan timbul dengan penjalaran secara hematogen ataupun akibat obstruksi saluran kemih bagian bawah, baik akut maupun kronik dapat bilateral maupun unilateral.

Cystitis terutama berasal dari mikroorganisme pada faeces yang naik dari perineum ke uretra dan kandung kemih serta menempel pada permukaan mukosa. Agar infeksi dapat terjadi, bakteri harus mencapai kandung kemih, melekat pada dan mengkolonisasi epitelium traktus urinarius untuk menghindari pembilasan melalui berkemih, mekanisme pertahan penjamu dan cetusan inflamasi.

Bakteri dari vagina bisa berpindah dari uretra ke kandung kemih.Wanita sering menderita infeksi kandung kemih setelah melakukan hubungan seksual, kemungkinan karena uretra mengalami cedera pada saat melakukan hubungan seksual.
Kadang infeksi kandung kemih berulang pada wanita terjadi karena adanya hubungan abnormal antara kandung kemih dan vagina (fistula vesikovaginal).
Infeksi kandung kemih jarang terjadi pada pria dan biasanya berawal sebagai infeksi uretra yang bergerak menuju prostat lalu ke kandung kemih.Selain itu, infeksi kandung kemih bisa terjadi akibat pemasangan kateter atau alat yang digunakan selama pembedahan.Penyebab tersering dari infeksi kandung kemih berulang pada pria adalah infeksi prostat karena bakteri yang bersifat menetap. Antibiotik dengan segera akan melenyapkan bakteri dari air kemih di dalam kandung kemih, tetapi antibiotik tidak dapat menembus prostat dengan baik sehingga tidak dapat meredakan infeksi di dalam prostat. Karena itu, jika pemakaian antibiotik dihentikan, maka bakteri yang berada di dalam prostat akan cenderung kembali menginfeksi kandung kemih.
Hubungan abnormal antara kandung kemih dan usus (fistula vesikoenterik) kadang menyebabkan bakteri pembentuk gas masuk dan tumbuh di dalam kandung kemih.
Infeksi ini bisa menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung udara di dalam air kemih (pneumaturia).

Secara normal, air kencing atau urine adalah steril alias bebas kuman. Infeksi terjadi bila bakteri atau kuman yang berasal dari saluran cerna jalan jalan ke urethra atau ujung saluran kencing untuk kemudian berkembang biak disana. Maka dari itu kuman yang paling sering menyebabkan cystitis adalah E.coli yang umum terdapat dalam saluran pencernaan bagian bawah. ISK ini adalah radang Pertama tama, bakteri akan menginap di urethra dan berkembang biak disana. Akibatnya, urethra akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan nama urethritis. Jika kemudian bakteri naik ke atas menuju saluran kemih dan berkembang biak disana maka saluran kemih akan terinfeksi yang kemudian disebut dengan istilah cystitis. Jika infeksi ini tidak diobati maka bakteri akan naik lagi ke atas menuju ginjal dan menginfeksi ginjal yang dikenal dengan istilah pyelonephritis.
pasu-ginjal (pyelitis) dan pyelobephiritis dan prostatitis, dimana jaringan-jaringan organ terkena infeksi. Kombinasi dari infeksi dan obstruksi saluran kemih dapat menimbulkan dengan cepat kerusakan ginjal serius. Keadaan ini merupakan penyebab penting terjadinya keracunan (septicaemia) oleh kuman-kuman gram negative, yang dapat membahayakan jiwa.
5.      Manifestasi Klinik
¢ peningkatan frekwensi miksi baik diurnal maupun nokturnal
¢ disuria karena epitelium yang meradang tertekan
¢ rasa nyeri pada daerah suprapubik atau perineal
¢ rasa ingin buang air kecil
¢ hematuria
¢ demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah.

6.      Penatalaksanaan

Terapi antibiotik untuk membunuh bakteri gram positif maupun gram negatif.
Antibiotik umum digunakan adalah: 
Amoxicillin 
Doxycycline (tidak boleh digunakan di bawah umur 8) 
Cephalosporins 
Nitrofurantoin 
Sulfa narkoba (sulfonamides) 
Trimethoprim-sulfamethoxazole 

Dianjurkan untuk sering minum dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme yang mungkin naik ke uretra, untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri faeces.

Pilihan utama pada ISK akut tanpa komplikasi adalah nitrofurantoin, trimetroprim, atau kotrimoksazol. Disamping ini, pasien harus banyak minum air, minimal 2 liter sehari, dengan tujuan menstimulasi diuresis sehingga kuman tidak berkesempatan memperbanyak diri di dalam kandung kemih. Bila setelah 3-5 hari gejala belum hilang atau belum berkurang, sebaiknya diganti dengan pipemidinat atau siprofloksasin, atau dengan amoksisilin ditambah dengan asam klavulanat bila diperkirakan adanya kuman-kuman yang sudah resisten.

Nitrofurantoin kurang aktif bila kemih bereaksi basa.
Gentamisisn atau/dan suatu sefalosporin dari generasi ketiga dapat pula digunakan terhadap pseudomonas.
Kasus Ringan cystitis menghilang sendiri tanpa pengobatan. Karena risiko infeksi menjalar ke ginjal, biasanya antibiotik dianjurkan. Penting agar menyelesaikan seluruh kursus diresepkan antibiotik. Untuk sistitis ringan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan. Aksi pembilasan ini akan membuang banyak bakteri dari tubuh, bakteri yang tersisa akan dilenyapkan oleh pertahanan alami tubuh.

Pada anak-anak, cystitis harus segera diobati dengan antibiotik untuk melindungi mereka berkembang ke ginjal. Pada lanjut usia, perawatan dianjurkan karena semakin besar kemungkinan komplikasi. 

Quinolones (tidak boleh digunakan pada anak-anak) 
Kebanyakan orang-tua perempuan dewasa hanya membutuhkan 3 hari antibiotik. Jika infeksi telah menyebar ke salah satu ginjal, anda mungkin perlu masuk rumah sakit sehingga anda dapat menerima cairan dan antibiotik melalui pembuluh darah. 

Jika kronis atau berulang UTI harus dirawat dengan teliti karena kesempatan dari infeksi ginjal. Antibiotik mungkin perlu diberikan untuk jangka waktu yang panjang (selama 6 bulan sampai 2 tahun), atau lebih kuat Antibiotik mungkin diperlukan daripada untuk tunggal, uncomplicated episode dari cystitis. 

Phenazopyridine hydrochloride (Pyridium) dapat digunakan untuk mengurangi kerusakan dan urgensi yang terkait dengan cystitis. Selain itu, obat acidifying seperti ascorbic acid mungkin dianjurkan untuk mengurangi konsentrasi bakteri dalam air seni. 

Jika anatomis abnormal ada, operasi untuk memperbaiki masalah. 
Terkadang diperlukan antikolinergik (misalnya: propanthelin bromide) untuk mencegah hiperiritabilitas buli-buli dan fenazopiridin hidroklorida sebagai antiseptik pada saluran kemih.

Penatalaksanaan dari cystitis tipe infeksi adalah :
· Minum banyak cairan untuk mengeluarkan bakteri yang ada dalam urine
· Pemberian antibiotic oral selama 3 hari, jika infeksinya kebal AB 7 – 10 hari
· Atropine untuk meringankan kejang otot
· Fenazopridin untuk mengurangi nyeri
· Membuat suasana air kemih menjadi basa yaitu dengan meminum baking soda yang di larutkan dalam air
· Pembedahan, bila ada sumbatan aliran kemih atau kelainan struktur
Penatalaksanaan pada cystitis tipe noninfeksi :
· Meningkatkan intake cairan 2 – 3 liter/hari
· Kaji haluan urine terhadap perubahan warna, bau, dan pola berkemih, masukan dan haluan setiap 8 jam serta hasil urinalisis ulang
· Bersihkan daerah perineum dari depan ke belakang
· Hindari sesuatu yang membuat iritasi, contoh : CD dari nylon
· Istirahat dan nutrisi adekuat
· Kosongkan kandung kemih segera setelah merasa ingin BAK
Terapi obat untuk cystitis
Drug / obat
Dosis
Intervensi keperawatan
Rasional
Quinolones norfloxacin (noroxin)
400 mg di minum
PO x 3 , 7 atau 10 hari
Menghindari hidangan yang mengandung cafein dan memperhatikan klien yang telah menerima theophylline
Quinolones memperpanjang umur paruh cafein dan theophylline
Ciprofloxacin (cipro)
250 mg di minum PO x 3 , 7 atau 10 hari
· Hindari antacid yang mengandung aluminium dan magnesium
· Beri dengan makanan atau susu
Aluminium dan magnesium bertentangan dengan penyerapan obat
Nitrofuration (Macrodantin, Nephronex, Novofuran)
· 50 – 100 mg 4 hari sekali PO x 7 – 10 hari
· 50 mg sebelum tidur PO x 6 bulan
· 50 mg PO setelah coitus
Monitor untuk gejala seperti influenza pada klien lanjut usia dan pada klien dengan masalah paru - paru
· Nitrofuration dapat menyebabkan iritasi GI : Makanan atau susu membantu penurunan masalah ini
· Interstisial pneumonitis merupakan kasus yang jarang terjadi pada klien yang peka terhadap nitrofurantoin
Trimetroprim / sulfamethoxazole (bactrim, Septra, Apo-Sulfatrim roubac)
· 160/800 mg sebelum tidur PO 1 dosis
· 160/800 mg diminum PO x 3 , 7 atau 10 hari
· 80/400 mg PO setelah coitus
· Catatan : DS atau DF berarti double-strength sebesar 160/800 mg
Sediakan masukan cairan yang cukup dan menghindari asam ascorbich dan ammonium klorit, yang akan mengasamkan urine
· Sulfa mempunyai kecenderungan untuk mengkristal, terutama pada keasaman atau konsentrasi urine
· Alergi sulfa umum terjadi pada klien ini
Amoxicillin / asam clavulanich (augmentin, clavulin)
250 mg tiap 8 jam sekali PO x 7-10 hari
Berikan perhatian pada klien dengan asma, defisiensi G6Pd, dan alergi yang lain
· Augmentin dapat menyebabkan iritasi GI : bantuan makanan dapat menurunkan problem ini
· Kedua 250 mg dan 500 mg tablet mengandung 125 mg asam cluvulanic
Cephalosporins : Cefuroxime (Ceftin)
· 250 mg tiap 12 jam Po x 3 , 7 atau 10 hari
· 250 mg sebelum tidur PO x 1 dosis
· Jangan menggantikan separo dari 500 mg tablet untuk 250 mg tablet
· Tanyakan tentang riwayat apakah ada alergi penisilin
· Beri dengan makanan
· Cross- sensitivitas dengan penisilin secara umum
· Peningkatan penyerapan pada makanan
Phenazopyridine (pyridium, phenzo, pyronium)
100–200 mg 3 hari sekali PO x 2 atau 3 hari sampai nyeri sembuh
· Beri dengan makanan
· Memberitahu klien urine akan berubah warna menjadi merah atau kuning keruh
· Informasikan pada klien bahwa obat merupakan anestetik mukosa urine
· Bantuan makanan mengurangi distress GI
· Perubahan warna urine normal terjadi
· Klien boleh minum obat seperti antibiotic


7.      Pemeriksaan Diagnostik
·         Pemeriksaan urine lengkap
·         Pemeriksaan USG abdomen
·         Tes umumnya termasuk mengambil sampel air seni. 

·         Urinalysis umumnya menyatakan nitrates, sel darah putih, dan sel darah merah. Lihat juga: RBC - urine 

·         Contoh air seni catheterized boleh dilakukan untuk menentukan jenis bakteri dalam air seni dan antibiotik yang sesuai untuk perawatan. 

·           Uji ANAK DI 

Banyak anak-anak dengan kebutuhan khusus cystitis X-foto untuk menentukan mengapa mereka kena a urinary tract infection. Banyak di antara mereka ada sesuatu yang abnormal tentang anatomi yang mempengaruhi mereka untuk infeksi. Jangka panjang akibat dari infeksi ulang pada anak-anak dapat cukup serius. Namun, infeksi ini biasanya dapat dicegah. 

Studi khusus biasanya termasuk ultrasound pada ginjal dan x-ray diambil selama kencing (yang disebut voiding cystourethrogram atau VCUG). 

Kebanyakan ahli merekomendasikan untuk evaluasi : 

Gadis berusia lebih dari 5 yang memiliki dua atau lebih urinary tract infections 
Semua anak laki-laki dengan urinary tract infection pertama 
Semua anak-anak yang mengalami demam beserta urinary tract infection 
Semua anak-anak di bawah usia 5 dengan mereka yang pertama urinary tract infection 
8.      Komplikasi
Kronis atau berulang urinary tract infection - didefinisikan sebagai setidaknya dua infeksi dalam 6 bulan atau setidaknya tiga kali dalam 1 tahun 
UTI 
Infeksi ginjal 

9.      Discharge Planning


·         JANGAN douche atau menggunakan produk serupa feminine kebersihan. 
·         JANGAN minum cairan yang mengganggu di kandung kemih, seperti alkohol dan kafein. 
·         Drink cranberry juice atau menggunakan cranberi tablet, tetapi jika anda tidak memiliki riwayat pribadi atau keluarga dari batu ginjal. 
·         Minum banyak .
·         Anda tetap bersih genital area. 
·         Kencing setelah kumpul.
·         Memakai kain undergarments. 
·         Usap dari depan ke belakang. 
·         Penggunaan antibiotik dosis rendah setiap hari mungkin disarankan untuk mencegah UTI jika anda sering mendapatkan infeksi. 
·         Perbanyak minum. Minumlah banyak cairan (dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air putih sehari).
·         Segera buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
Jika membersihkan kotoran, bersihkan dari arah depan ke belakang, agar kotoran dari dubur tidak masuk ke dalam saluran kemih.
·         Periksakan air seni secara rutin selama kehamilan.
·         Jangan terlalu lama menahan keinginan buang air kecil.
semoga bermanfaat untuk kita termasuk aku yang pernah ngalamin infeksi saluran kencing.




































B.     Konsep Asuhan Keperawatan
1. PENGKAJIAN
IDENTITAS
· Umur : terjadi pada semua umur
· Jenis kelamin : lebih sering terjadi pada wanita dan meningkatnya insidennya sesuai pertambahan usia dan aktivitas seksual
· Tempat tinggal : ada atau tidaknya factor predisposisi
KELUHAN UTAMA
· Rasa sakit atau panas di uretra sewaktu kencing
· Urine sedikit
· Rasa tidak enak di daerah supra pubik
RIWAYAT PENYAKIT
· Riwayat ISK sebelumnya
· Obstruksi pada saluran kemih
· Masalah kesehatan lain, misalnya DM, Riwayat seksual
PEMERIKSAAN FISIK
· TTV : sepsis
· Infeksi abdomen bagian bawah dan palpasi urine bledder : pengosongan tidak maksimal
· Inflamasi dan lesi di uretra meatus dan vagina introitus
· Kaji perkemihan : dorongan, frekuensi, disuria, bau urine yang menyengat, nyeri pada supra pubik
PEMERIKSAAN PSIKOSOSIAL
· Sering terjadi pada usia remaja dan dawasa muda à activitas seksual timbul perasaan malu dan bersalah
· Perasaan takut akan kekambuhan, dimana menyebabkan penolakan terhadap aktivitas sexual
· Nyeri dan kelelahan yang berkenaan dengan infeksi dapat berpengaruh terhadap penampilan kerja dan aktivitas kehidupan sehari – hari
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
· Urinalis à urin tengah
Ketika infeksi terjadi, memperlihatkan bakteriuria, WBC (White Blood Cell), RBC (Red Blood Cell) dan endapan sel darah putih dengan keteribatan ginjal
Tes sensitifitas à banyak mikroorganisme sensitive terhadap antibiotic dan antiseptic berhubungan dengan infeksi berulang
· Pengkajian radiographic
Cystitis ditegakkan berdasarkan history, pemeriksaan medis dan laborat, jika terdapat retensi urine dan obstruksi aliran urine dilakukan IPV (Identivikasi perubahan dan abnormalitas structural)
· Culture à Mengidentifikasi bakteri penyebab
· Sinar X ginjal, ureter dan kandung kemih mengidentifikasi anomaly struktur nyata

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Rasa nyeri berhubungan dengan infeksi kandung kemih
Kriteria hasil : Klien mengatakan rasa nyeri berkurang
Tujuan : Tidak ada nyeri dan rasa terbakar saat berkemih
INTERVENSI RASIONAL
1. Pantau :
Ø Haluan urine terhadap perubahan warna,bau dan pola berkemih
Ø Masukan dan haluan setiap 8 jam
Ø Hasil urinalis ulang
Untuk mengidentifikasi indikasi, kemajuan atau penyimpanan dari hasil yang diharapkan
2. Konsul dokter bila :
Ø Sebelumnya kuning gading-urine kuning,jingga gelap , berkabut atau keruh
Ø Pola berkemih berubah,sebagai contoh rasa panas seperti terbakar saat kencing , rasa terdesak saat kencing
Ø Nyeri menetap atau bertambah sakit
Temuan-temuan ini dapat member tanda kerusakan jaringan lanjut dan perlu pemeriksaan lebih luas,seperti pemeriksaan radiology jika sebelumnya tidak dilakukan
3. Berikan analgesic sesuai kebutuhan dan evaluasi keberhasilannya
Analgesik memblok lintasan nyeri, sehingga mengurangi nyeri
4. Jika frekuensi menjadi masalah, jamin akses kekamar mandi, pispot dibawah tempat tidur atau bedpan.Anjurkan pasien untuk berkemih kapan saja ada keinginan
Berkemih yang sering mengurangi statis urine pada kandung kemih dan menghindari pertumbuhan bakteri
5. Berikan antibiotic.Buat berbagai variasi sedian minuman, termasuk air segar disamping tempat tidur.Pemberian air sampai 2400 ml/hari
Akibat dari peningkatan haluan urina memudahkan sering berkemih dan membantu membilas saluran kemih
2. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan adanya factor resiko nosokomial
Kriteria hasil : Klien dapat berkemih dengan urine jernih tanpa ketidaknyamanan,urinalisis dalam batas normal,kultur urine menunjukkan tidak ada bakteri
Tujuan : Tidak ada infeksi pada kandung kemih
INTERVENSI RASIONAL
1. Berikan perawatan perineal dengan air sabun setiap shift.Jika pasien inkontinensia,cuci perineal sesegera mungkin
Untuk mencegah kontaminasi uretra
2. Jika dipasang kateter indwelling, berikan perawatan kateter 2 kali perhari (merupakan bagian dari waktu mandi pagi dan pada waktu akan tidur) dan setelah buang air besar
Kateter memberikan jalan pada bakteri untuk memasuki kandung kemih dan naik kesaluran perkemihan
3. Ikuti kewaspadaan umum (cuci tangan sebelum dan sesudah kontak langsung,pemakaian sarung tangan),bila kontak dengan cairan tubuh atau darah yang mungkin terjadi (memberikan perawatan perineal,pengosongan kantung drainase urina, penampungan specimen urine).Pertahanan teknik aseptic bila melakukan kateterisasi, bila mengambil contoh urine dari kateter indwelling
Untuk mencegah kontaminasi silang
4. Ubah posisi pasien setiap 2 jam dan anjurkan masukan cairan sekurang-kurangnya 2400 ml/hari(kecuali kontra indikasi).Bantu melakukan ambulasi sesuai kebutuhan
Untuk mencegah statis urine
5. Lakukan tindakan untuk memelihara asam urina
Asam urna menghalangi tumbuhnya kuman
3. Resiko tinggi terhadap ketidakpatuhan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi, pemeriksaan diagnostic, pengobatan dan perawatan di rumah
Kriteria hasil : klien manyatakan mengerti tentang kondisi, pemeriksaan diagnostic, rencana pengobatan, tindakan perawatan diri preventif
Tujuan : pasien mampu mendemonstrasikan keinginan untuk mentaati rencana terapiutik
INTERVENSI RASIONAL
1. Berikan iformasi tentang :
a. Sumber infeksi
b. Tindakan untuk mencegah penyebaran atau kekambuhan
c. Jelaskan pemberian antibiotic yang meliputi nama, tujuan, dosis, jadwal dan catat efek sampingnya
d. Pemeriksaan diagnostic, termasuk :
· Tujuan
· Gambaran singkat
· Persiapan yang di butuhkan sebelum pemeriksaan
· Perawatan sesudah pemeriksaan
Pengetahuan apa yang diharapkan dapat mengurangi ansietas dan membantu mengembangkan kepatuhan klien terhadap rencana terapiutik
2. Pastikan klien atau orang terdekat telah menulis perjanjian untuk perawatanlanut dan instruksi tertulis untuk tindakan pencegahan
Instruksi verbal dapat dengan mudah dilupakan
3. Instruksi klien untuk menggunakan seluruh antibiotic yang diresepkan. Minum sebanyak 8 gelas/hari
Klien seringmenghentikan obat mereka, jika tanda dan gejala mereda. Cairan menolong membilas ginjal

E. EVALUASI
Perawat mengevaluasi keadaan klien , hasil yang di harapkan dan evaluasi tersebut adalah :
· Berkurangnya tanda dan gejala infeksi
· Kebutuhan akan rasa nyaman terpenuhi
· Mencegah adanya kekambuhan infeksi


DAFTAR PUSTAKA

Engram, Barbara. 1998. Rencana Asuhan Keperawatan Medical Bedah volume 1. Jakarta : EGC.
Ignatavicius, donna, dkk. 1991. Medical Surgical Nursing. United State of America.
Soeparman, dkk. 2001. Ilmu Penyakit Dalam jilid II edisi 3. Jakarta : Balai penerbit FKUI.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar