Kamis, 07 Juni 2012

Artikel Sistem Integumen



Merupakan organ terbesar, tertipis, & sangat penting (vital, diverse, complex, extensive)
Mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) & mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dg dalam tubuh)
Pd orang dewasa: luas=1,6-1,9 m2; tebal= 0,05-0,3cm

1.       STRUKTUR DAN FUNGSI
Sistem Integumen:
^Kulit
^Rambut
^Kuku 

       Secara mikroskopis kulit terdiri dari 3 lapisan:
Lapisan Epidermis
Lapisan Dermis
Lapisan Lemak Sub Kutis 

2.       Fungsi Sistem Integumen
a.       PELINDUNG; dr kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, & trauma mekanik, kimia, atau suhu
b.      PENERIMA SENSASI; sentuhan, tekanan, nyeri, & suhu
c.       PENGATUR SUHU; menurunkan kehilangan panas saat suhu dingin & meningkatkan kehilangan panas saat suhu panas
d.      FUNGSI METABOLIK; menyimpan energi mll cadangan lemak; sintesis vitamin  D
e.      EKSKRESI & ABSORPSI

3.       Struktur kulit (membran kutan)
a.       Epidermis
b.      Dermis
3.   Lapisan subkutan/ hipodermis/fasia superfisial ® jaringan lemak & areolar
          Kulit tipis ® kulit yg menutupi sbgn besar permukaan tubuh
          Kulit tebal ® kulit yg menutupi telapak tangan & kaki

4.       EPIDERMIS
Dibentuk oleh 5 lapis sel epitel:
a.       Stratum corneum
tdd sel skuamosa yg sangat tipis; mengandung keratinosit
b.      Stratum lucidum
Tdd keratinosit yg bersih, tdk berinti, & tdk jelas batas antar selnya; sel berisi materi spt gel (eleidin) yg akan diubah mjd keratin; eleidin~lemak berikatan dg protein®menghambat masuk/keluarnya air; pd kulit tipis lapisan ini tdk ada.
c.       Stratum granulosum
Proses keratinisasi dimulai dr lapisan ini. Tdd 2-4 lapis sel yg berisi granul (keratohyalin) yg dibutuhkan untuk pembentukan keratin. Sitoplasma sel memiliki kadar enzim lysosom yg tinggi, inti sel tdk ada & berdegenerasi. Pd kulit tipis lapisan ini tidak ada.
d.      Stratum spinosum
Tdd 8-10 lapis sel yg berbentuk tdk teratur (polyhedral). Sel pd lapisan ini kaya akan RNA yg menginisiasi sintesis protein untuk produksi keratin.
e.      Stratum basale
Tdd 1 lapis sel kolumnar yg dapat mengalami mitosis ® aktivitas regenerasi ® sel berpindah dari lapisan terbawah ke paling atas dan sel pembentuk melanin yg mengandung pigmen
Stratum germinativum (growth layer) Þ stratum spinosum + stratum basale


5.       DERMIS
a.       Tdd lapis tipis papil & retikular tebal
b.      Lapisan dermis lebih tebal drpd epidermis
c.       Bny tdp jaringan saraf & ujung-ujung saraf reseptor sensori somatik
d.      Bny tdp pembuluh darah ® regulasi suhu tubuh

1.       Lapisan papil (dermal papillae)
2.       Lapisan retikular
- tdd retikulum® jaringan serat kolagen (terbanyak) & serat elastin
- tmpt menempelnya serat otot rangka (wajah & kulit kepala) & otot polos (arrector pili muscles/ akar rambut)
- tdpt reseptor sensori somatik (rasa nyeri, tekanan, sentuhan, & suhu)

       Terdiri dari 2 bagian : 
Pars Papilare : bag yg menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pemb darah 
Pars Retikulare : banyak mengandung jaringan ikat, folikel rambut, pemb darah, saraf,kolagen

6.       Lapisan Sub Kutis 
Lapisan kulit yg paling dalam
Pembentukan lemak dan penyimpanan lemak
Isolator panas bagi tubuh
Sejumlah pembuluh menembus lapisan lemak membentuk jaringan kapiler yg mensuplai nutrisi dan membantu membuang sisa metabolism

7.       Kelenjar di Sekitar Kulit 
1.        Kelenjar Keringat : Kelenjar Ekrin
kel kecil-kecil, letaknya dangkal, di lapisan dermis, bermuara  di permukaan kulit.
Sekret encer ± 1,5 lt/24 jam
Udara panas dan kering, ± 6 lt/24 jam
Sekresi kel ekrin dipengaruhi oleh : stres emosional, faktor panas dan saraf simpatis
Fungsi : untuk pengeluaran keringat, pengaturan suhu tubuh 
2.       Kelenjar Apokrin
Terletak lebih dalam, sekresi lebih kental
Banyak terdapat pada axila, areola mamae, pubis, dan saluran telinga luar  
3.       Kelenjar Sabasea
Terdpt di seluruh permukaan kulit kecuali di telapak tangan dan kaki
Terletak di samping akar rambut, bermuara pd folikel rambut
Fungsi : memberi lapisan lemak, bakteriostatik, menahan evaporasi
Masa remaja kel sabasea lebih produktif 

8.       RAMBUT 
Terdiri dari akar rambut dan batang
Siklus pertumbuhan rambut
Fase Anagen/pertumbuhan : 2-6 th dg kecepataan tumbuh 0,35mm/hr
Fase Telogen/istirahat : beberapa bulan
Fase Katogen :fase diantara kedua fase

Pada saat 85% mengalami fase anagen 15 % mengalami fase telogen 

9.       KUKU 
Bagian terminal lapisan tanduk yang menebal
Akar kuku : bagian yg terbenam kulit jari
Badan kuku : bagian di atas jaringan lunak ujung jari
Tumbuh : 1 mm/mg
Fungsi : melindungi jari tangan 

10.   FUNGSI KULIT 
Proteksi :menjaga bagian dalam tubuh terhadap ganguan fisik dan mekanik ; tekanan gesekan tarikan, ganguan zat kimia, panas,bakteri, jamur. 
Absorpsi : penyerapan melalui celah antar sel menembus sel epidermis, muara kelenjar. 
Ekskresi sisa metabolisme seperti NaCl, urea, amonia, asam urat. 
Fungsi persepsi ujung saraf di dermis dan sub kutis. 
Pengaturan suhu tubuh 
 Pembentukan pigmen oleh melanosit
Keratinisasi proses berlangsung 14-21 hari perlindungan terhadap infeksi secara mekanis fisiologik 
Pembentukan vit D dengan cara mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari.

11.   Perubahan Sistem Integumen 
     Proses penuaan perubahan utama pd kulit : kekeringan, pengeriputan, pigmentasi, lesi proliferatif.
Perubahan seluler penipisan titik temu dermis dan epidermis lokasi pengikatan lebih sedikit kulit rentan thd trauma.

    Epidermis & dermis menipis & mendatar shg timbul pengeriputan klt yg menggantung, lipatan kulit yang bertumpang tindih. 
Perubahan lain : berkurangnya rambut, fungsi barier, persepsi sensori, termoregulasi 

12.   LESI
Lesi Primer : lesi inisial & karakteristik dari penyakit itu sendiri 
Makula : suatu daerah terbatas yg tdk meninggi, biasanya ditandai dg prbhn warna ; bercak putih ,merah 
Papula : suatu lesi yg teraba biasanya <5> dimensi tebal; psoriasis. 
Nodula,tumor : suatu lesi yg teraba, biasanya > 5 mm ;karsinoma sel basal
Vesikel, bula : suatu lesi menonjol yg terisi cairan; vesikel herpes simpleks
Urtika : suatu lesi peralihan yg dpt teraba; urtikaria/kaligata
Pustula : Suatu lesi yg mengandung pus;akne vulgaris
Kista : ruangan berdinding dan berisi cairan,sel, maupun sisa sel. 


                Lesi Sekunder : terjadi akibat sebab-sebab eksternal ; garukan, trauma, infeksi, perubahan yg disebabkan o/ penyembuhan luka. 
Erosi : kelainan kulit yg disebabkan o/ kehilangan jaringan yg tdk melampaui st. basale,ex: bila kulit digaruk sampai keluar cairan sereus. 
Ulkus : hilangnya sebagian epidermis & dermis 
Fisura : retakan pd kulit yg meluas hingga ke dermis,mis : eksim pd tangan 
Skuama :lapisan st korneum yg terlepas pd kulit dpt halus sbg taburan tepung/tebal dan luas sbg lembaran kertas. 
 Krusta : cairan badan (serum, darah, nanah) yg mengering dpt bercampur dg jar nekrotik maupun benda asing (kotoran, obat dsb) 
Sikatrik : terdiri atas jaringan tdk utuh, relief kulit tdk normal, permukaan klt licin & tdk terdpt adneksa kulit mis:keloid 

13.   Istilah untuk Menggambarkan Konfigurasi Lesi 
 Annular : sprt cincin, dikelilingi batas datar, tengah2x kulit normal
Cirkuler : melingkar
Clustured : berkelompok
Coalesced : bergabung
Diffuse : menyebar, area normal +
Linear : garis lurus
Universal : seluruh daerah tubuh 

14.   Pemeriksaan Diagnostik 
Lab : Kultur, kerokan dan biakan jamur bakteri, virus, jamur
Test Sensitifitas
Patch Test, untuk mendeteksi zat alergen yg terjadi dlm 48-96 jam reaksi hipersensitif : +1, +2, +3, +4
Scratchh Test, dg menyuntikan alergen timbul reaksi hipersensitif. Biasanya untuk mengetahui zat alergen penyebab urtikaria. 

15.   Warna Kulit
Penentu dasar warna kulit: kuantitas melanin yg tersimpan di dlm sel epidermis
Melanosit yang memproduksi pigmen tersebar di stratum basale epidermis
Melanosit: mengubah as.amino tyrosin mjd pigmen melanin coklat kehitaman yg diatur oleh enzim tyrosinase.
Konversi tyrosin mjd pigmen tgtg pd: (1) gen/ keturunan , (2) paparan cahaya matahari, (3) hormon ACTH
Pada keadaan ttt yg bersifat sementara, warna kulit berubah oleh perubahan volume darah yg melalui kapiler kulit & jumlah hemoglobin yg teroksigenasi

























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar