Sabtu, 05 Mei 2012

Jenis-Jenis Cairan Intravena



Jenis-Jenis Cairan Intravena
              
                               I.            ASERING®
Keunggulan :
·         Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolerir pada pasien yang mengalami gangguan hati1.
·         Pada pemberian sebelum operasi cesar, ringer asetat mengatasi asidosis laktat lebih baik dibanding RL pada neonatus2.
·         Pada kasus bedah, asata dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada anestesi dengan isofluran3.
·         Ringer asetat memiliki efek vasodilator4.
·         Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20% sebanyak 10 ml pada 1000ml ringer asetat, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk edema serebral5.

Asering® :
·         Walaupun asetat dan laktat merupakan prekursor ion bikarbonat, asetat juga merupakan dapar fisiologis untuk menetralkan metabolit asam yang berlebihan (efisien untuk mengatasi asidosis)

Metabolisme Asetat
·         C2H3O2 + 2O2 à CO2 + H2O + HCO3 (Asetat)
·         Metabolisme terutama di otot
·         Metabolisme Asetat berlangsung lebih cepat
·         Lebih hemat
·         Lebih efisien karena tidak ada siklus Cori

Indikasi :
·         Dehidrasi
Ø  Gastroenteritis akut
Ø  Demam berdarah dengue (DHF)*
Ø  Luka bakar
Ø  Syok hemoragik dehidrasi berat
Ø  Trauma

Komposisi ASERING®
Setiap Liter Asering mengandung :
·         Na+                                ...................................................         130 mEq
·         K+                                ...................................................         4 mEq
·         Cl-                                ...................................................         109 mEq
·         Ca++                             ...................................................         3 mEq
·         Asetat (garam)                        ...................................................         28 mEq

                            II.            AMIPAREN®

Indikasi :
·         Stres metabolik berat
·         Luka bakar
·         Infeksi berat
·         Kwashiorkor
·         Pasca operasi
·         Total parenteral nutrition
·         Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit
·         Informasi : kecepatan pemberian asam amino adalah 10gr/jam


                         III.            AMINOVALEN®

Indikasi :
·         Mengandung asam amino 5% dan BCAA 8,8%.
·         Mengandung sorbotol sebesar 5% sebagai sumber kalori.
·         Suplai asam amino. Kalori, elektrolit dan vitamin dalam kombinasi dalam kombinasi praktis.

·         Nutrisi tambahan pada gangguan saluran gastrointestinal, mis. Short bowel syndrome, anoreksia, dan kelainan gastrointestinal berat
·         Penderita gastrointestinal yang dipuasakan, mis. Luka bakar, trauma, dan pasca operasi.
·         Stres metabolik sedang
·         Dosis dewasa 500ml selama 4-6 jam (20-30 tetes/menit)

                         IV.            PAN AMIN-G®
Keunggulan :
·         Mengandung asam amino sebesar 2,72% untuk mencukupi kebutuhan basal.
·         Mengandung sorbitol sebesar 5%
·         Suplai asam amino dan kalori secara praktis

Indikasi :
·         Suplai asam amino pada :
Hipoproteinemia dan stres metabolik ringan
·         Nutrisi dini pasca operasi
·         Tifoid
·         Dosis dewasa : 500 ml selama 60-100menit
·         Batasan dosis D-Sorbitol = 100 gr/hari

                            V.            TRIPAREN No.1® TRIPAREN No.2®
·         Infus kombinasi GFX dalam perbandingan ideal 4-2-1
·         Optimal diberikan sebagai cairan dasar untuk sistem TPN pada pasien karena mengandung elektrolit dan trace element yang lengkap
·         Memudahkan pengontrolan terhadap hiperglikemia pada pasien post op1
·         Efektif diberikan pada pasien Diabetes Mellitus1
·         Suplai air, elektrolit, dan kalori melalui vena sentral dimana intake oral maupun enteral tidak cukup atau tidak dimungkinkan
·         Diberikan sebagai Nutrisi Parenteral Total
·         TRIPAREN-No.1® mengandung 933 kcal/L
·         TRIPAREN-No.2® mengandung 1168 kcal/L

                         VI.            KA-EN 1B®
Indikasi :
§  Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui misal pada kasus emergensi :
1.      Dehidrasi karena asupan oral tidak memadai
2.      Demam, sengatan panas
§  < 24 jam pasca operasi

Informasi lain :
§  Dosis lazim 500-1000ml untuk sekali pemberian secara intravena. Kecepatan sebaiknya 300-500 ml per jam (dewasa), 50-100 ml per jam (anak-anak).
§  Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml per jam.

                      VII.            KA-EN 3A® KA-EN 3B®
Indikasi :
§  Larutan rumatan tradisional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas.
§  Rumatan untuk kasus pasca operasi ( > 24-48 jam)
§  Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A®
§  Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B®
 
                   VIII.            KA-EN MG®
Indikasi :
§  Larutan rumatan rasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan dimana asupan oral terbatas
§  Rumatan untuk kasus pasca operasi ( > 24-48 jam)
§  Mensuplai kalium : 20mEq/L
§  Rumatan untuk kasus di mana suplemen NPC dibutuhkan 400kacl/L

                         IX.            KA-EN 4A® Paed
Komposisi (per 1000 ml) :
Na+                   : 30 mEq/L
K+                          : 0 mEq/L
Cl-                     : 20 mEq/L
Laktat              : 10 mEq/L
Glukosa           : 40 gr/L
Indikasi / kegunaan :
·         Dosis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, usia dan berat badan pasien
·         Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak
·         Tanpa kandungan kalium, sehimgga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal
·         Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik


                            X.            KA-EN 4B® Paed
Komposisi (per 1000 ml) :
Na+                        : 30 mEq/L
K+                          : 8 mEq/L
Cl-                    : 28 mEq/L
Laktat              : 10 mEq/L
Glukosa           : 37,5 gr/L

Informasi lain :
·         Dosis sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, usia dan berat badan pasien
·         Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia ≤ 3 tahun
·         Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan resiko hipokalemia
·         tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik
                         XI.            OTSUTRAN – L®
·         Pengganti plasma, pada luka bakar, peningkatan pada sirkulasi kapiler, mis.: infark miokard akut, syok kardiogenik, hemoragik atau septik.
                      XII.            MARTOS – 10®
Indikasi / kegunaan :
·         Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik
·         Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein.
·         Dosis : 0,3 gr/kg BB/jam
·         Mengadung 400 kcal / L
                   XIII.            MgSO4 – 20%  MgSO4 – 40%
Indikasi / kegunaan :
·         Mengontrol dan mencegah kejang pada preeklampsi dan eklampsi.
·         Dosis :
Pre-eklampsi : 10 ml (4gr) MgSO4 40%  i.m.,
                        Dapat diulang 4gr tiap 6 jam.
Eklampsi : initiating : 8 gr MgSO4 40%  i.m.,
                                    Selanjutnya 4 gr tiap 6 jam
                   XIV.            Otsu – NS®
·         Resusitasi
·         Kehilangan Na > Cl, mis. Diare
·         Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium : asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar.

                      XV.            Otsu – RL®
Indikasi / kegunaan :
·         Resusitasi
·         Suplai ion bikarbonat
·         Asidosis metabolik

                   XVI.            Otsu – NS 100ml®  Otsu – D5 100ML®
Indikasi :
·         Sebagai pelarut obat-obatan yang digunakan secara intermittent IV drip
Informasi lain :
·         Dosis pemberian 100 ml untuk sekali pemberian sesuai dengan petunjuk dari obat yang diberikan.
·         Kadar plasma dan lama kerja obat yang sesuai dapat dicapai dalam waktu bersamaan.
·         Dosis yang sama tapi mampu memberikan kadar plasma yang lebih baik
·         Dosis yang lebih tinggi dapat diberikan dengan risiko toksisitas lebih rendah terutama pada obat dengan indeks terapeutiks sempit
·         Lebih mudah mengatur laju pemberian obat
·         Lebih sedikit risiko mengiritasi vena
·         Infus dapat segera dihentikan bila menimbulkan efek samping.

                XVII.            LARUTAN INFUS KARBOHIDRAT
Nama Produk
Osmolaritas
(mOsm/L)
Karbohidrat
Kalori
(kcal/L)
Kemasan
(ml)
Dektrosa
Maltosa
Otsu–D5®
278
50

200
250,500
Otsu-D10®
506
100

400
500
Martos-10®
284

100
400
500
             XVIII.            LARUTAN ELEKTROLIT
Nama Produk
Osmolaritas
(mOsm/L)
Elektrolit (mEq/L)
Kemasan
(ml)
Na+
Cl-
K+
Ca+
Asetat-
Laktat-
Otsu-RL®
273
130
109
4
3
-
28
500,1000
Otsu-NS®
300
154
154
-
-
-
-
500,1000
RINGER’S
310
147
155,5
4
4,5
-
-
500
ASERING®
273
130
109
4
3
28
-
500


                   XIX.            LARUTAN KARBOHIDRAT + ELEKTROLIT
Nama
Produk
Osmolartas
(mOsm/L)
Elektrolit (mEq/L)
Dektrosa
(gr/L)
Kalori
(kcal/L)
Kemasan
(ml)
Na+
Cl-
K+
C+
Asetat-
Laktat-
5%Dekstr+0.9% NS
578
154
154
-
-
-
-
50
200
500
5%Dekstr+0.45% NS
428
77
77
-
-
-
-
50
200
500
2.5%Dekstr+0.45% NS
289
77
77
-
-
-
-
25
100
500
5%Dekstr+0.225% NS
353
38.5
38.5
-
-
-
-
50
200
500
DGAA
296
61
26.5
17.5

-
26.5
25
100
500
Larutan 3A
305
106
51


-
55
16.7
67
500
Ringer’s Dextrose
589
147
155.5
4
4.5
-
-
50
00
500
5% Dextrose in RL
551
130
109
4
3
-
28
50
200
500
Potacol – R®
412
130
109
4
3
-
28
50(Maltosa)
200
500
ASERING – 5®
551
130
109
4
3
28
-
50
200
500
 


                       
             





XX.LARUTAN RUMATAN
Nama
Produk
Osmolaritas
(mOsm/L)
Elektrolit (mEq/L)
Dektrosa
(gr/L)
Kalori
(kcal/L)
Kemasan
(ml)
Na+
Cl-
K+
Laktat-
KA-EN 1B®
285
38.5
38.5
-
-
37.5
150
500
KA-EN 3A®
290
60
50
10
20
27
108
500
KA-EN 3B®
290
50
50
20
20
27
108
500
KA-EN MG3®
695
50
50
20
20
100
400
500
KA-EN 4A®
284
30
20
-
10
40
160
500
KA-EN 4B®
284
30
28
8
10
37.5
150
500


                   XXI.            LARUTAN PENGGANTI PLASMA
Nama
Produk
Kode
DEKSTRAN
(gr/L)
Elektrolit (mEq/L)
Tekanan
Osmotik
(mOsm/L)
Volume
Kemasan
BM
4000
BM
7000
Na+
K+
Ca++
Cl-
Laktat-
Dextran-70®
OTSUTRAN – L®
HM-DX-NS
LM-DX-LR
-
100
60
-
154
130
-
4
-
3
154
109
-
28
349
306
500ml
500ml


                XXII.            LARUTAN DIURESIS OSMOTIK
Nama
Produk
Mannitol
(gr/L)
Tekanan
Osmotik
(mOsm/L)
Kemasan
Plabottle
Mannitol
(20% Mannitol)
200
1098
250ml,
500 ml


             XXIII.            LARUTAN ASAM AMINO
·         Nama Produk :
o   AMINOVEL 600
o   AMIPAREN
o   PAN-AMIN G
o   KIDMIN
·         Asam Amino :
o   Esensial
o   Non Esensial

             XXIV.            LARUTAN KARBOHIDRAT KOMBINASI
·         Nama Produk :
o   TRIPAREN No.1
o   TRIPAREN No.2

                XXV.            LARUTAN DALAM AMPUL PLASTIK
Nama
Produk
Elektrolit
(mEq/25 ml)
Ekivalensi
1ml
Kemasan
Na+
K+
Mg++
Cl-
Bikarbonat-
Sulfat-
0.9% NaCl (BP)
3.85
-
-
3.85
-
-
0.15 mEq
Ampul Plastik 25ml
20% NaCl (BP)
85.5
-
-
85.5
-
-
3.42 mEq
Ampul Plastik 25ml
7.46% KCl
-
25
-
25
-
-
1 mEq
Ampul Plastik 25ml
20% MgSO4 (USP)
-
-
42
-
-
42
1.66 mEq
Ampul Plastik 25ml
40% MgSO4 (USP)
-
-
83
-
-
83
3.33 mEq
Ampul Plastik 25ml
25% Glukosa (BP)
-
-
-
-
-
-
0.25 g
Ampul Plastik 25ml
40% Dextrose (USP)
-
-
-
-
-
-
0.4 g
Ampul Plastik 25ml
8.4% Meylon®
25
-
-
-
25
-
1 mEq
Ampul Plastik 25ml
Water for Injection
-
-
-
-
-
-
-
Ampul Plastik 25ml








Tidak ada komentar:

Posting Komentar